Devosi 40 Hari Santo Mikael Malaikat Agung
- Agnes Diah

- 21 jam yang lalu
- 5 menit membaca

Devosi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada Allah, Bunda Maria, dan Santo Mikael, serta sebagai persiapan untuk menyerahkan diri di bawah perlindungan Santo Mikael pada hari pestanya.
Pada masa hidupnya, Santo Fransiskus dari Assisi melakukan devosi ini dengan menjalani suatu masa khusus untuk berdoa, berpuasa, berpantang, melakukan penitensi, dan melatih diri dalam kebajikan sebagai penghormatan kepada Allah. Hal ini dilakukan oleh St. Fransiskus Asisi setiap tahun, dimulai pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (15 Agustus), dan berakhir padaĀ Pesta Santo Mikael Malaikat AgungĀ (29 September). Tradisi mencatat bahwa Santo Fransiskus menerima stigmata, tanda luka-luka Kristus pada tubuhnya, ketika beliau menjalani masa doa dan penitensi ini di La Verna di Gunung Penna di Arezzo, Tuscan, Italia pada 1224. (Bagian I, Bab LIII dari Buku "The Little Flowers of St. Francis").
Dalam bahasa Inggris, tradisi/devosi ini sering disebut St. Michaelās Lent. Namun, karena istilah PrapaskahĀ dalam tradisi Katolik Indonesia secara khusus merujuk pada masa persiapan menuju Paskah Tuhan maka di sini kita menyebutnya Devosi 40 Hari Santo Mikael Malaikat Agung.
Dalam kitab suci, Santo Mikael Malaikat Agung dikenal sebagai pemimpin bala tentara surgawi dalam perjuangan melawan kuasa kejahatan. Namanya, Michael artinya āSiapakah seperti Allah?ā. Ini mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat disamakan dengan Allah. Dalam devosi ini kita diajak untuk:
⢠semakin mendekatkan diri kepada Allah;
⢠bertobat dan memperbaiki hidup;
⢠melatih kerendahan hati, ketaatan, dan pengendalian diri;
⢠memohon perlindungan dalam perjuangan rohani;
⢠mempersembahkan doa, pengorbanan, dan karya kasih bagi sesama;
⢠secara khusus mempersembahkan sebagian doa dan pengorbanan kita bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.
Santo Mikael secara khusus sering dimohon pertolongannya bagi mereka yang menghadapi kematian dan bagi jiwa-jiwa yang menantikan kepenuhan kebahagiaan surgawi maka devosi ini dapat menjadi kesempatan yang indah untuk menyatukan perjuangan rohani kita sendiri dengan doa bagi saudara-saudari kita yang telah meninggal. Untuk itu, selama masa dari 15 Agustus hingga 29 September, doa, puasa, pantang, penitensi, dan perbuatan baik dapat dipersembahkan untuk memohon belas kasih Allah bagi jiwa-jiwa yang masih menjalani pemurnian.
Panduan:
Tidak ada tata cara khusus yang harus diikuti untuk menjalankan Devosi 40 Hari Santo Mikael. Setiap orang dapat menjalaninya sesuai keadaan dan kemampuan masing-masing. Panduan berikut merupakan beberapa bentuk latihan rohani yang dapat dipilih untuk membantu kita menjalani masa devosi ini dengan lebih terarah.
Waktu:
Devosi dimulai pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (15 Agustus), dan berakhir pada Pesta Santo Mikael Malaikat Agung (29 September).
Dalam rentang waktu tersebut terdapat 46 hari kalender. Sesuai dengan yang diterapkan pada masa Pra Paskah dan juga sesuai dengan pola penitensi Santo Fransiskus maka hari Minggu dan hari-hari raya tidak diperlakukan sebagai hari penitensi, sehingga diperoleh kurang lebih 40 hari latihan rohani.
Saran penerapan:
Untuk meneladani dan menghormati St. Fransiskus Asisi, St Michael Malaikat Agung, serta menyerahkan diri kita pada perlindungan Santo Mikael dan Bunda Maria, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:
1. Misa Kudus dan Sakramen Tobat
Usahakan tetap setia mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan Hari Raya wajib serta menerima Sakramen Tobat jika memungkinkan. Mengikuti Perayaan Ekaristi dan menerima Sakramen Tobat selama masa devosi dapat membantu kita semakin membuka hati terhadap rahmat Allah dan memperdalam pertobatan pribadi.
2. Melakukan Pengorbanan (Pantang dan Puasa)
Silakan melakukan pantang dan puasa, sesuai dengan ketentuan yang biasa diterapkan pada masa Pra Paskah. Pilih suatu bentuk puasa, pantang, atau pengorbanan yang dapat dipersembahkan kepada Allah. Silih yang dilakukan tidak harus selalu berupa puasa yang berat. Kita dapat memilih pantang pada sesuatu yang sesuai dengan kemampuan kita dan membantu kita untuk menjadi lebih berkenan pada Allah, misalnya:
⢠berpantang makanan atau minuman tertentu;
⢠mengurangi jajan atau makanan kesukaan;
⢠mengurangi penggunaan media sosial;
⢠mengurangi hiburan yang tidak diperlukan;
⢠bangun sedikit lebih pagi untuk berdoa;
⢠menahan diri dari mengeluh;
⢠mengendalikan kemarahan;
⢠lebih sabar terhadap orang lain;
⢠memberi sedekah;
⢠melakukan karya belas kasih;
⢠mempersembahkan ketidaknyamanan atau kesulitan yang kita alami dengan sabar.
3. Mempersembahkan karya kasih
Nyatakan kasih kepada mereka yang membutuhkan melalui tindakan nyata, terutama melalui karya-karya belas kasih, seperti:
- membantu orang yang kekurangan,
- mengunjungi mereka yang sakit atau kesepian,
- memberi sedekah,
- mendoakan jiwa-jiwa di Api Penyucian
- Mengunjungi makam dan berdoa bagi mereka yang telah meninggal
- Memberikan sedekah atau melakukan karya kasih sebagai persembahan bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian
- bentuk pelayanan lainnya.
4. Berdoa setiap hari
Luangkan waktu setiap hari untuk berdoa dan menyalakan lilin di hadapan gambar atau patung Santo Mikael. Berikut beberapa pilihan doa harian yang dapat didoakan. (Dapat didoakan salah satu atau beberapa doa sekaligus):
Doa St Mikael (singkat)
Santo Mikhael, Malaikat Agung, Belalah kami pada hari pertempuran
Jadilah pelindung kami melawan kejahatan dan jebakan si jahat
Dengan rendah hati kami mohon kiranya Allah menghardiknya,Dan semoga engkau, Hai Panglima pasukan Surgawi,Dengan kuasa Allah,Mencampakkan ke dalam neraka:Setan dan semua roh jahat lainYang berkeliaran di dunia hendak membinasakan jiwa-jiwa. Amin
ā
http://cintakatolik.blogspot.com/2013/10/doa-kepada-santo-mikael.html
Doa Santo Mikael bagi Jiwa-Jiwa di Api Penyucian
Ya Pangeran yang mulia, Santo Mikael Malaikat Agung, Pemimpin dan panglima bala tentara surgawi,
Engkau adalah malaikat bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian dan pelindung khusus bagi jiwa-jiwa yang tertahan dalam nyala api pemurnian.
Dengan rendah hati kami memohon kepadamu untuk mengunjungi, membantu, dan memberikan kelegaan bagi saudara-saudari kami yang telah meninggal dunia ini, terutama mereka yang paling terlantar atau tidak memiliki seorang pun di bumi yang mendoakan mereka.
Hiburlah mereka dalam masa penantian mereka, ringankanlah penderitaan dalam pemurnian mereka, dan redakanlah nyala api yang melingkupi mereka. Berdoalah bagi mereka di hadapan takhta Allah, agar masa pemurnian mereka dapat dipersingkat.
Melalui perantaraan-Mu yang penuh kuasa, mohonkanlah agar mereka segera dapat diterima untuk ikut serta dalam perjamuan abadi dalam terang, sukacita, dan damai di surga. Dan saat kematian kami tiba, jadilah pembela kami terhadap jerat si jahat dan hantarkanlah jiwa kami dengan selamat ke dalam terang kudus di hadirat Allah. Amin
5. Mendoakan Doa Penyerahan Diri kepada Santo Mikael Malaikat Agung
Pada Pesta Tiga Malaikat Agung (29 September) silakan mendoakan doa berikut:
Doa Penyerahan Diri pada Malaikat Agung Santo Mikael
Ya Santo Mikael Malaikat Agung, Pangeran mulia dari bala tentara surgawi, pejuang gagah perkasa dari Allah Yang Mahakuasa dan pembela kemuliaan-Nya; engkau menjadi kegentaran bagi para malaikat pemberontak dan sukacita bagi semua orang yang setia kepada Allah.
Santo Mikael Malaikat Agung yang terkasih, karena aku ingin masuk di antara mereka yang menghormati dan memohon perlindunganmu, maka pada hari ini aku menyerahkan diriku kepadamu dan menempatkan diriku, keluargaku, serta segala yang kumiliki di bawah perlindunganmu yang kuat.
Aku menyadari bahwa persembahanku ini kecil, sebab aku lemah dan berdosa. Namun aku memohon kepadamu untuk memandang kasih dan ketulusan hati yang melandasi penyerahan diriku ini.
Ingatlah bahwa mulai hari ini aku berada di bawah naunganmu; maka bantulah aku sepanjang hidupku, mohonkanlah pengampunan atas segala kesalahan dan dosaku, serta perolehlah bagiku anugerah untuk dengan segenap hatiku mengasihi Allah, Yesus Juruselamat yang terkasih, dan Bunda Maria yang lembut. Mohonkanlah bagiku segala rahmat yang kubutuhkan agar aku tetap setia kepada Tuhan dan pada akhirnya memperoleh mahkota kehidupan kekal.
Belalah aku selalu dari musuh-musuh rohaniku, terutama pada saat-saat terakhir hidupku. Datanglah menolongku pada saat perjuanganku yang terakhir, ya Pangeran yang mulia, dan dengan senjatamu yang perkasa tolonglah aku serta campakkanlah jauh ke dalam jurang maut malaikat sombong yang telah engkau kalahkan dalam pertempuran surgawi. Santo Mikael Malaikat Agung, belalah kami dalam perjuangan kami setiap hari. Bantulah kami agar tetap setia kepada Allah sepanjang hidup hingga akhirnya bersama engkau serta seluruh bala surgawi kami boleh memuji dan memuliakan Allah untuk selama-lamanya.
Disarikan dari berbagai sumber:



Komentar